<!-- Original:  Mike W. (mikew@dvol.com) -->
<!-- Web Site:  http://www.dvol.com/~users/mikew -->


<!-- Begin
var msg = new Array();
Stamp = new Date();
today = Stamp.getDate();
msg[1] = "<b>Kis 4:32-37; Yoh 3:7-15.</b><br><i> Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.</i><br> Nikodemus mengartikan perkataan Yesus secara harafiah, sehingga ia menjadi bingung. Dalam Alkitab ada banyak hal yang membingungkan bila diartikan menurut huruf. Padahal yang dimaksud adalah arti kias. Dilahirkan kembali berarti bertobat dan menjadi manusia baru. Lihat jemaat pertama: Mereka hidup dalam persaudaraan yang kental dan kerohanian yang tinggi, rukun dan kompak. Itu hanya mungkin bila mereka mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa dan tenaga, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Itulah rangkuman seluruh ajaran Alkitab. Kekompakan jemaat sangat penting untuk bisa tetap setia pada panggilan Kristus.";
msg[2] = "<b>Kis 5:17-26; Yoh 3:16-21.</b><br><i> Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang.</i> Segala yang hidup membutuhka terang. Ada terang matahari, ada terang api, dan ada terang Roh Kudus. Terang roh Kudus adalah terang kebenaran, terang kasih, terang yang membuat kita hidup dan tumbuh sebagai anak terang, anak Allah. Kalau terang itu menjadi redup, kita bingung dan mencarinya. Tetapi orang yang bertekun dalam dosa lebih menyukai kegelapan. Kegelapan itu seperti kabut tebal yang menutupi perbuatan jahatnya. Itu sebabnya Mahkamah Agama Yahudi melarang Petrus dan Yohanes mengajar dalam Nama Yesus, nama kebenaran. Mereka memilih hidup terus dalam kesesatan dan kejahatan.";
msg[3] = "<b>Kis 5:27-33; Yoh 3:31-36.</b><br><i> Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. </i>Itulah yang menjadi keyakinan Petrus dan Yohanes, sehingga mereka tetap bertekun dalam memberi kesaksian tentang kebenaran. Mereka percaya bahwa mereka bersaksi bukan sendirian, melainkan bersama Roh Kudus. Yang mereka wartakan bukan Allah yang menghakimi dan menghukum, melainkan Allah yang datang untuk menyelamatkan, supaya orang bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dia juga yang ditawarkan kepada kita pada hari ini. Maukah kita membuka hati untuk menerima tawaran belas kasih dan pengampunan dari Roh Kudus? Mengapa tunggu sampai besok?";
msg[4] = "<b>Kis 5:34-42; Yoh 6:1-15.</b><br><i> Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.</i> Dewasa ini kita mengalami aneka krisis, antara lain krisis ekonomi. Barang kebutuhan makin meningkat harganya. Ada banyak yang kelaparan. Lapar karena miskin dan pembagian tak adil, lapar karena panen gagal atau bencana alam lainnya. Setelah orang-orang yang mengikuti Yesus makan sampai kenyang, Ia menyuruh mereka mengumpulkan sisa-sisanya. Sangat menarik. Kita tergolong bangsa yang miskin tapi juga boros. Andaikata kita tahu berhemat, pasti kita lebih sejahtera. Jangan ada yang dibuang, bahkan sampah bisa menjadi sumber kekayaan bila didaur ulang. Jangan biarkan lampu menyala, jangan biarkan air mengalir atau menetes dari keran, dan ... jangan juga menyia-nyiakan ramhat Tuhan.";
msg[5] = "<b>Kis 6:1-7. Yoh 6:16-21.</b><br><i> Aku ini, jangan takut. </i>Pernahkah melihat seorang berjalan di atas air? Apalagi di waktu malam, sementara angin bertiup kencang membuat air bergelora? Tidak heran bahwa para nelayan itu berteriak ketakutan. Tapi di atas deru angin terdengar suara Yesus yang meyakinkan dan menentramkan hati, “Aku ini, jangan takut.” Peristiwa itu tergores dalam-dalam di hati mereka. Kelak, sebagai utusan Kristus, mereka menghadapi banyak badai topan kehidupan. Waktu mereka ditangkap, dianiaya, dipenjara, diadili, diancam, dicemooh, terngiang-ngiang kata-kata Sang Guru: “Aku ini, jangan takut. Aku menyertaimu.” Nasib tidak menentu, bencana dan bahaya membuat kita kecil hati. Sekarang juga Dia meyakinkan kita, “ Inilah Aku, jangan takut. Aku menyertaimu sampai akhir zaman.”";
msg[6] = "Minggu Paskah III<br><b> Kis 2:14,22-33; 1Ptr 1:17-21; Luk 24:13-35.</b><br><i> Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.</i> Kedua murid yang dalam perjalanan ke Emaus sangat sedih dan kecewa. Betapa tidak. Orang yang mereka andalkan ternyata sudah mati. Segala harapan mereka pupus sudah. Tapi percakapan dengan orang asing itu menggelitik hati mereka. Ia membawa seberkas cahaya yang membuat hati mereka berkobar-kobar. Sabda Tuhan yang mengalir dari mulut-Nya melahirkan  harapan baru, sehingga mereka enggan berpisah dari Dia. “Jangan tinggalkan kami...” Ternyata yang mati telah bengkit kembali. Ia sungguh hidup. Dialah matahari yang tak pernah tenggelam, Mari bersukacita dalam Dia!";
msg[7] = "Pw S. Yohanes Baptista de la Salle.<br><b> Kis 6:8-15; Yoh 6:22-29.</b><br><i> Sesungguhnya, kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.</i> Di Amerika Serikat para calom presiden sedang ramai-ramainya berkampanye. Mereka berpidato di mana-mana, mengobral janji apa yang akan dilakukan bila terpilih nanti. Sudah tentu seksi konsumsi juga repot melayani kebutuhan para calon pemilih. Orang yang biasa lapar akan memilih calon presiden yang bisa menjamin makanan mereka. Semoga hidup mereka terjamin terus kalau dia jadi presiden nanti. Itu juga yang menarik orang-orang datang kepada Yesus: Mereka ingin mendapat makan gratis lagi. Apa tujuan saya mencari Yesus?";
msg[8] = "<b>Kis 7:51 – 8:1a; Yoh 6:30-35.</b><br><i> Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.</i> Yang dicari orang-orang adalah roti yang mengenyangkan perut untuk menyambung hidup tubuh yang sekali waktu akan mati. Yesus berkata Dialah roti hidup. Yang datang kepada-Nya tidak akan lapar lagi. Sungguh tidak masuk akal bagi orang yang padangannya hanya sebatas hidup di dunia ini. Stefanus mendapat karunia melihat lebih jauh lagi. Maka ia tidak takut mati. Dia melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah. Dunia ini cuma jembatan untuk dilalui. Stefanus sudah hampir sampai ke ujungnya. Tinggal selangkah lagi ke tanah air abadi di mana tidak ada kelaparan, penderitaan atau air mata.";
msg[9] = "<b>Kis 8:1b-8; Yoh 6:35-40.</b><br><i> Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Putra dan percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal.</i> Setelah Stefanus dibunuh, penganiayaan terhadap orang-orang yang percaya semakin berkobar. Penganiaya nomor wahid adalah Saulus yang dengan giat berusaha membinasakan jemaat. Tapi Bapa mempunyai rencana yang indah baginya. Yesus akan menampakkan diri kepadanya dan membuat Saulus si penganiaya itu jungkir balik menjadi Paulus, rasul bangsa-bangsa. Dia yang sekarang menebar maut akan bergiat supaya semua bangsa mendengar kabar baik tentang Yesus Kristus dan diselamatkan untuk hidup yang kekal. Apa arti hidup kekal bagiku? Bagaimana itu berperan dalam hidupku sehari-hari?";
msg[10] = "<b>Kis 8:26-40; Yoh 6:44-51.</b><br><i> Setiap orang yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.</i> Lihat sida-sida itu. Sementara dalam perjalanan, ia membaca Kitab Suci. Hatinya mendengarkan dan jiwanya mencari. Bapa mengutus Filipus kepadanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya dan membuka baginya jalan kepada Yesus. Sida-sida itu segera menerimanya dengan gembira. “Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah,” katanya dengan mantap. Ia tidak bisa menunggu lagi untuk menerima baptisan. Kita yang sudah lama mengenal Yesus, masihkah kita memiliki cinta pertama dan semangat berkobar seperti sida-sida itu? Masihkah hati kita terbuka, untuk setiap hari menerima pengajaran-Nya agar semakin mengenal dan mencintai-Nya?";
msg[11] = "Pw S. Stanislaus.<br><b> Kis 9:1-20; Yoh 6:52-59.</b><br><i> Barangsiapa memakan Aku akan hidup oleh Aku.</i> Yesus disebut juga Sang Sabda. “Memakan Dia” artinya menerima Sabda-Nya bulat-bulat, mengunyahnya, menelannya, menjadikannya darah daging kita, bagian dari diri kita, sehingga hidup sesuai dengan firman. Itulah yang dilakukan Bunda Maria, sehingga ia mengandung dan melahirkan Yesus, Sang Sabda. Itu terjadi juga pada Paulus yang mengenal baik Kitab Suci, hanya tidak menghubungkannya dengan Yesus. Yesus menampakkan diri kepadanya dalam perjalanan ke Damsyik. Paulus menerima Yesus, dan imannya tumbuh sehingga Yesus hidup dalam dirinya. Itu juga bisa kita alami setiap kali kita membaca atau mendengarkan Sabda, menerimanya dengan sebulat hati dan melaksanakannya.";
msg[12] = "<b>Kis 9:31-42; Yoh 6:60-69.</b><br><i> Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.</i> Khotbah Yesus tentang makan daging-Nya dan minum darah-Nya menimbulkan banyak perbantahan. Sebagian besar dari pendengar dan pendukung Yesus meningalkan Dia. Yesus menantang murid-murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Ia tidak memaksa siapa pun untuk ikut Dia. Petrus menjawab spontan, “Kepada siapa kami akan pergi?” Bahwa Yesus itu yang kudus dari Allah dan sabda-Nya sabda hidup yang kekal, dialami Petrus ketika menghadapi jenazah Tabita. “Bangkitlah,” dan ia pun bangkit. Perlukah aku juga dibangkitkan dari manusia lama yang malas, sombong, gengsi, cari enak sendiri, main kuasa, dan entah apa lagi, untuk menjadi manusia baru, pancaran kasih Allah?";
msg[13] = "Minggu Paskah IV<br><b>Kis 2:14a,36-41; 1 Ptr 2:20b-25; Yoh 10:1-10.</b><br><i> Aku datang agar mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. </i>Sebagian besar umat manusia harus berjuang untuk bertahan hidup. Cuma sedikit yang bisa menikmati hidup berkecukupan, bahkan berkelimpahan. Yesus tidak berbicara tentang kelimpahan kekayaan atau kemewahan. Kekayaan sebanyak apa pun tidak bisa memuaskan hati manusia. Yesus menawarkan kehidupan sejati: relasi yang baik dengan Allah, dengan sesama, dengan diri sendiri dan dengan alam. Kalau itu terjadi, semua orang hidup bahagia dan berkecukupan. Bukankah Tuhan memberi cukup, bahkan berlimpah-limpah, tapi pembagiannya yang tidak adil, sehingga banyak yang mati kelaparan dan banyak pula yang mati kekenyangan?";
msg[14] = "<b>Kis 11:1-18; Yoh 10:11-18.</b><br><i> Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. </i>Yang paling indah dalam hidup ini ialah mengetahui diri kita dikenal, disayang dan dilindungi. Nabi Yehezkiel memakai gambaran Gembala yang baik untuk melukiskan kasih sayang dan kepedulian Allah terhadap umat-Nya. Begitu juga Yesus menyebut diri Gembala yang baik yang mengenal masing-masing dombanya, melindungi dan menyelamatkan mereka bahkan dengan nyawanya sendiri. Yang termasuk kawanan domba-Nya bukan orang Israel saja. Bangsa-bangsa lain diciptakan oleh Allah yang satu dan sama, tiada yang lain, Dan kepada segala bangsa Ia berkenan mengaruniakan pertobatan yang membawa kepada hidup.";
msg[15] = "<b>Kis 11:19-26; Yoh 10:22-30.</b><br><i> Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku ... dan tidak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan Bapa.</i> Keselamatan adalah pilihan kita. Domba akan selamat bila mendengarkan suara gembalanya dan mengikuti dia. Tak seorang pun dapat merebut orang yang berjalan di jalan yang benar, jalan yang menuju Bapa. Itu pengalaman Saulus yang kemudian menjadi rasul Paulus. Tidak mudah baginya untuk diterima sebagai anggota jemaat. Banyak orang mencurigainya jangan-jangan ia mata-mata. Mungkin timbul godaan untuk kembali seperti dulu. Tapi tidak. Yesus Gembala yang baik mengutus Barnabas untuk membimbing Paulus. Ia selamat dan bisa menyelamatkan banyak orang.";
msg[16] = "<b>Kis 12:24 – 13:5a; Yoh 12:44-50.</b><br><i> Aku datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan.</i> Di asrama kami, bila listrik padam, anak-anak berebut lilin. Kita semua membutuhkan terang, tidak ada yang suka tinggal dalam kegelapan, Yesus telah datang sebagai terang. Dialah terang kebenaran, terang yang membebaskan. Percaya pada-Nya berarti  menyerahkan diri seutuhnya kepada Dia. Ia membimbing kita di jalan terang menuju terang abadi. Tidak cukup kalau kita sudah menemukan terang bagi diri sendiri. Masih ada banyak orang yang hidup dalam kegelapan dosa, dalam cengkeraman kejahatan. Maka Paulus dan Barnabas diutus untuk membawa suluh kebenaran, kabar baik keselamatan. Sudahkah saya memancarkan cahaya Kristus?";
msg[17] = "<b>Kis 13:13-25; Yoh 13:16-20.</b><br><i> Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya.</i> Melakukan apa? Melakukan pekerjaan seorang pelayan: Mencuci kaki tamu yang kotor dan berdebu karena berjalan di jalan yang tidak beraspal. Pekerjaan yang tidak menarik. Lebih menarik berkhotbah dan menyembuhkan. Tapi bukan itu yang dimaksud Yesus kalau Ia minta murid-murid-Nya meneladan Dia. Berbahagia jikalau kamu tahu... tahu ajaran Yesus bahwa seorang pemimpin, orang yang paling besar dan terkemuka, adalah orang yang melayani semua. Itu  bukan teori belaka. Bila kita melakukan seperti yang dianjurkan Sang Guru, pastilah kita sungguh-sungguh bahagia, sama seperti Yohanes Pembaptis yang menganggap diri tak layak membuka tali kasut Yesus.";
msg[18] = "<b>Kis 13:26-33; Yoh 14:1-6.</b><br><i> Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di mana Aku berada, kamu pun berada.</i> Allah adalah Allah perjanjian. Ia telah menggenapi janji-Nya kepada Israel dengan membangkitkan Yesus. Sekarang Ia mengadakan perjanjian baru dengan segala bangsa dalam Yesus Putra-Nya. Hari ini kita boleh mendengar lagi janji-Yesus yang maha indah. Ia akan kembali, dan kita boleh berada bersama-Nya untuk selamanya. Bila seorang istri ditinggal suami yang amat dikasihi, ia hanya mempunyai satu keinginan: Boleh bertemu dan bersatu kembali dengan buah hatinya. Hasrat kita yang paling dalam terpenuhi dalam janji Yesus itu. Segala perpisahan kita bersifat sementara. Kelak kita akan bersatu kembali dalam Dia.";
msg[19] = "<b>Kis 13:44-52; Yoh 14:7-14.</b><br><i> Apa saja yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya. </i>Sepertinya ini terlalu indah untuk bisa dipercaya, Kalau kita boleh minta apa saja, pasti daftar permintaan kita menjadi panjang sekali... Betulkah Tuhan akan beri segala yang kita minta? Ada syaratnya: “dalam nama-Ku”. Yang kita minta dalam nama Yesus tentunya bukan permintaan sembarangan, misalnya supaya aku sukses berkorupsi dan tidak digugat. Di dalam Yesus, dan selalu berada di dalam Dia membuat kita berpikir dan merasa seperti Dia, mempunyai keprihatinan seperti Dia, memperjuangkan apa yang Dia perjuangkan. Maka kalau daftar permintaan itu kita koreksi, pasti banyak yang akan kita coret... dan sisanya pasti akan Ia kabulkan.";
msg[20] = "Minggu Paskah V<br><b>Kis 6:1-7; 1 Ptr 2:4-9; Yoh 14:1-12.</b><br><i> Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?</i> Seperti biasanya waktu makan, Ibu mengambilkan nasi untuk bapak. Kali ini bapak protes, “Selama 32 tahun pernikahan kita, ibu selalu kasih bapak nasi kerak. Bapak tidak tahan lagi!” Ibu heran. “Ibu kira ini kesukaan bapak. Ibu sendiri paling suka, tapi berkurban demi bapak.” Ah, kasihan betul. Sesudah 32 tahun menikah, ternyata mereka belum juga saling mengenal, belum tahu kesukaan masing-masing. Filipus baru tiga tahunan bersama Yesus. Sedangkan kita mungkin sudah jauh lebih lama. Apa yang dikatakan Yesus tentang relasiku dengan Dia? Apakah Dia akan berkata, “Sudah sekian tahun kita bersama, tapi engkau belum juga mengenal Aku...” ? ";
msg[21] = "<b>Kis 14:5-18; Yoh 14:21-26.</b><br><i> Penghibur, yaitu Roh Kudus.... akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.</i> Memang manusia sangat pelupa. Kalau disanjung sedikit, lupa daratan dan menjadi sombong. Lupa bahwa semua keberhasilan adalah pemberian Tuhan. Lupa bahwa Tuhanlah yang membuat kita mampu mencapai ini atau itu. Penduduk kota Listra mau menghormati Paulus dan Barnabas sebagai dewa, karena atas doa mereka seorang lumpuh bisa berjalan. Di saat seperti itu Roh Kudus mengingatkan bahwa mereka manusia biasa, tidak berbeda dari yang lain. Roh Kudus mengingatkan kita akan ajaran Kristus untuk selalu rendah hati,  memilih tempat yang terakhir, menjadi pelayan bagi semua.";
msg[22] = "<b>Kis 14:19-28; Yoh 14:27-31a.</b><br><i> Janganlah gelisah dan gentar hatimu... Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.</i> Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan para murid saat akan ditinggalkan oleh Guru dan Pemimpin mereka. Apa jadinya mereka tanpa Yesus? Tapi Ia meyakinkan mereka bahwa Ia akan kembali dan menyertai mereka sampai akhir zaman dalam Roh Kudus-Nya. Dengan kekuatan Roh Kudus, Paulus yang disangka sudah mati dirajam, bangkit lagi untuk menguatkan hati umat di Derbe. Benar, untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita hrus mengalami banyak sengsara. Paulus bicara dari pengalaman. Banyak di antara kita pun telah mengalaminya. Penderitaan tidak melumpuhkan, tapi bisa membuat kita kuat.";
msg[23] = "<b>Kis 15:1-6; Yoh 15:1-8.</b><br><i> Bapa-Ku dipermuliakan bila kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.</i> Kita bukan ubi rebus yang hanya menunggu untuk dimakan atau diolah menjadi hidangan lain. Kita adalah ubi yang hidup, yang siap ditanam, tumbuh dan menghasilkan banyak ubi demi kemuliaan sang Pencipta. Yang hidup itu dinamis, bergerak, mencari, berusaha, berkembang. Itu dicontohkan oleh Paulus dan Barnabas, dua rasul yang tidak kenal lelah. Mereka mengalami hambatan dari pihak orang Yahudi fanatik yang menuntut orang dari bangsa lain ‘diyahudikan’ dahulu untuk menjadi pengikut Kristus. Berkat usaha Paulus dan Barnabas diadakan Konsili pertama yang membuka pintu Gereja untuk semua bangsa.";
msg[24] = "<b>Kis 15:7-21; Yoh 15:9-11.</b><br><i> Tinggallah di dalam kasih-Ku.</i> Mengucapkan janji baptis dan janji perkawinan itu mudah. Tapi nanti datang godaan dan ujian. Sanggupkah kita setia kepada Kristus dan kepada pasangan hidup sampai mati? Susah jadi orang Katolik... ada banyak kewajiban yang mengikat. Ini dosa, itu dosa.... Atau: waktu berjanji di depan altar, saya tidak tahu pasangan saya itu begitu kikir... begitu malas... begitu egois... .”Tinggallah dalam kasih-Ku,” kata Yesus. Maksudnya, jalanilah hidupmu sehari-hari sebagai orang yang Kukasihi. Bukankah cinta-Nya itu maha dahsyat? Kalau Dia mengasihi kita, bukankah itu sudah cukup? Apa lagi yang kita butuhkan? Bila kita hidup sebagai orang yang dikasihi Tuhan, semua yang kita perlukan akan Ia penuhi. Biar dibenci dan dimusuhi, cinta-Nya sudah cukup bagi kita.";
msg[25] = "Pesta S. Markus.<br><b> 1 Ptr 5:5b-14; Mrk 16:15-20.</b><br><i> Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.</i> Hari ini kita merayakan pesta Markus, penginjil yang disebut ‘anakku’ di dalam surat Petrus. Ia memberitakan Injil terutama dengan memberi kesaksian tertulis yang masih kita baca sampai hari ini sebagai “Injil menurut Markus”. Tidak semua di antara kita bisa berkhotbah atau menulis kesaksian. Tetapi ada yang lebih penting, yaitu menghayati sabda Allah, mewartakannya melalui perbuatan-perbuatan baik kita. Mungkin kita tidak mampu mengusir setan, tetapi kita bisa mengusir segala kejahatan dari hati kita sendiri dan dari lingkungan kita, seperti kemalasan, keserakahan, kemunafikan, kebohongan, ketidak jujuran, ketidak adilan. Kebaikan yang kita taburkan, sekecil apa pun, akan tumbuh dan menghasilkan kebaikan pula.";
msg[26] = "<b>Kis 16:1-10; Yoh 15:18-20.</b><br><i> Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.</i> Seorang sekretaris muda, pintar dan cantik, mengadukan nasibnya sambil menangis pedih. “Saya bekerja sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya. Mengapa saya dimusuhi oleh boss dan teman-teman dan dikeluarkan?” Kita maklum. Ia dikeluarkan bukan karena kerjanya jelek, tapi justru karena ia jujur. Kita yang dipilih Kristus bukan lagi milik dunia. Kita menolak praktek-praktek dunia yang kotor. Bagi kita dunia ini hanya jembatan yang harus dilalui untuk sampai ke tanah air sejati. Kita tidak mau memiliki atau dimiliki dunia. Maka jangan heran kalau dunia membenci kita dan menganggap kita aneh. ";
msg[27] = "<b> Kis 8:5-8, 14-17; 1 Ptr 3:15-18; Yoh 14:15-21.</b><br><i> Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.</i> Yesus kembali dan hadir pada kita dalam Roh-Nya, Roh Kudus. Dengan penumpangan tangan, para rasul menurunkan Roh Kudus ke atas jemaat. Roh Kudus juga telah dicurahkan kepada kita. Mungkin kita tidak bisa bicara ‘bahasa roh’. Tapi bahasa roh bukan cuma mengucapkan bunyi-bunyian yang tidak dimengerti orang. Roh Kudus juga bicara lewat kita bila kita mengucapkan kata-kata yang ramah, menghibur, memberi semangat, mengajak orang berbuat baik dan lebih beriman. Dengan itu kita membangun persaudaraan dan Yesus hadir pada kita dalam Roh-Nya yang memberi hidup.. ";
msg[28] = "<b>Kis 16:11-15; Yoh 15:26 – 16:4a.</b><br><i> Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. </i>Mungkin kita kagum pada rasul Paulus yang menempuh perjalanan jauh-jauh dan penuh bahaya untuk menyampaikan Injil kepada bangsa-bangsa. Sedangkan perjalanan kita hanya terbatas antara rumah dan kantor atau rumah dan pasar. Tak seorang pun dibebaskan dari tugas bersaksi. Di mana saja dan kapan saja kita bisa memberi kesaksian sebagai warga negara yang baik dan penuh tanggung jawab. Itu dapat dilakukan dengan banyak cara: tidak membuang sampah sembarangan, bicara ramah kepada tukang becak dan sopir angkot, membiarkan penjual mendapat untung dari dagangannya, menolak bungkus plastik, mengelola uang dengan jujur, dll.";
msg[29] = "Pw. S. Katarina dari Siena. <b>Kis 16:22-34; Yoh 16:5-11.</b><br><i> Adalah lebih berguna bagi kamu jika Aku pergi ... Aku akan mengutus Penghibur kepadamu. </i>Perkataan Yesus itu semula sulit diterima. Seperti halnya seorang bapak yang meninggalkan keluarganya untuk melanjutkan studi di luar negeri. Selama kepergian bapak, anak-anak merasa sangat kehilangan, tapi mereka belajar lebih bertanggung jawab dan berdikari. Lagipula ada seorang paman yang baik dan lucu yang sering datang menghibur mereka. Yesus tidak meninggalkan jemaat sebatang kara. Ia mengutus Roh Penghibur. Ia tidak kelihatan, tapi pengaruhnya sangat terasa. Lihat Paulus dan Silas. Karena kegiatan kerasulan mereka dijebloskan ke dalam penjara. Tetapi setelah berkali-kali didera, mereka masih mampu menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Itulah kerja Roh Penghibur yang diutus Yesus. Bagaimana karya Roh Penghibur nampak dalam hidupku?";
msg[30] = "<b>Kis 17:15,22 – 18:1; Yoh 16:12-15. </b><br><i>Apabila Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebanaran. </i>Kita belajar, dan tak pernah selesai belajar. Sebab, setiap kali kita hanya mampu menyerap sebagian dari pengetahuan yang tak ada batasnya. Begitulah juga Roh Kudus memimpin kita dalam seluruh kebenaran. Maka para pakar Kitab Suci pun tak pernah berhenti menggali, sebab belum seluruh kebenaran terungkap. Kebenaran yang sudah ada sejak dahulu, mungkin baru tersingkap sekarang. Kita tidak perlu kecil hati bila tidak mengerti semuanya. Tuhan adalah untuk kita semua, bukan untuk yang terpelajar saja. Sungguh, Dia tidak jauh dari kita, sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada.";

function writeTip() { 
document.write(msg[today]);
}
//  End -->
